Tampilkan postingan dengan label Manik Angkeran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manik Angkeran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2015

Legenda Manik Angkeran (Asal Mula Selat Bali)



Selat Bali adalah nama sebuah selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Menurut legenda, kedua pulau itu dulunya adalah satu kesatuan daratan. Daratan yang kemudian terpisah oleh sebuah peristiwa ajaib.

Tersebutlah di Kerajaan Daha, terdapat sebuah desa yang terletak di wilayah Kediri, Jawa Timur. Disana hiduplah seorang brahmana yang bernama Empu Sidi Mantra. Sang Empu adalah seorang yang sangat disegani, berbudi luhur, dan memiliki pengetahuan agama luas. Ia juga dikenal sebagai seorang pendeta sakti mandraguna. Ketekunannya dalam melakukan tapa berata dan semedi, membuat para Dewa sangat menyayanginya. Atas ketekunannya tersebut, Bhatara Siwa menganugrahi sang Empu harta yang melimpah, serta seorang istri yang amat cantik. Pasangan tersebut pun hidup dalam kebahagian.
Hingga suatu hari, sang istri berkeluh kesah kepada suaminya. “Suamiku, kita sudah cukup lama berumah tangga. Aku sangat bahagia menjadi sebagai istrimu, hanya saja sampai kini kita belum juga memiliki anak. Apakah engkau sudah mencoba memohon kepada para Dewa?”
“Istriku bersabarlah, malam ini aku akan mencoba lagi bersemedi dan memohon anugrah kepada para Dewa.”
Demikianlah kegundahan hati sang istri. Kodratnya sebagai seorang wanita, sudah sangat merindukan untuk menimang anak. Empu Sidi Sastra mengerti kegundahan sang istri. Maka malam harinya sang Empu mulai melakukan semedi di kamar suci, dekat areal rumahnya. Beberapa kali sudah ia melakukan semedi, hanya saja belum kunjung memperoleh hasil. Hingga akhirnya, malam itu Bhatara Siwa menampakkan wujudnya.