![]() |
| I love you? |
Selama
janur kuning belum melengkung masih ada peluang buat nikung. Selama bendera
kuning belum berkibar masih ada peluang buat bubar.
Pernahkah
anda mendapat nasehat “kampret” macam gini? Saya pernah, bahkan sering. Saya
kadang jadi berpikir kalau dewasa ini manusia sudah tidak lagi menghormati
sebuah hubungan. Pacaran bukan lagi sebuah status yang sakral, bahkan demikian
pun pernikahan. Mendekati pacar atau istri orang sudah tidak lagi tabu
dilakukan. Kalau sudah suka sama suka, mau bilang apa. Itu alasan yang paling
sering dipakai sebagai alasan pembenar, selain kalau sekarang adalah jaman
modern. Modern nenek loh!
Untuk
masalah yang satu ini, saya bisa digolongkan sebagai orang kuno. Saya tidak
suka mengganggu hubungan orang lain. Baik itu pacaran maupun pernikahan.
Seberapa cantik dan menariknya wanita itu, saya akan berusaha menjaga jarak bila
dia sudah memiliki pasangan. Menjaga jarak bukan berarti tidak berinteraksi
sama sekali, bukan sama sekali. Menjaga hati mungkin bisa disebut lebih tepatnya.
Hati dia dan hati saya sendiri tentunya. Entah sudah berapa kali saya naksir
wanita yang memiliki pasangan. Beberapa malah saya tahu kalau dia pun memiliki
perasaan yang sama. Namun, sekali lagi prinsip adalah prinsip. Saya pun ingin bila
nanti mendapat pasangan akan memiliki prinsip yang sama. Bila dia sudah
berkomitmen dengan saya, maka saya meminta dia untuk menghormati komitmen itu.
Bila pun nanti tidak mendapati kecocokan sepanjang perjalanan, maka itu
persoalan lain.
