Jatiluwih,
adalah nama salah satu desa di Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali. Berbicara
mengenai Desa Jatiluwih, kita pasti akan langsung terbayang hamparan sawah yang
berundak (terasering). Begitu pula
saat kita mencari informasi tentang Jatiluwih di internet. Daerah Jatiluwih
memang terkenal dengan hamparan sawahnya yang masih asri. Sistem pertanian
tradisional Bali, Subak, masih terjaga dengan baik di daerah ini. Keindahan
alam persawahan ini menarik minat turis asing untuk berkunjung. Terutama wisata
‘trekking rice fields’-nya.
Pun
demikian saat saya datang ke sana. Mata saya dimanjakan dengan hamparan padi
yang menguning, siap panen. Sungguh luar biasa. Mungkin anda pernah dengar
daerah Tegalalang di Kabupaten Gianyar? Disana juga ada wisata persawahan yang
indah. Namun menurut pendapat saya pribadi, daerah Jatiluwih dua kali lebih
indah.
Datang ke
Jatiwulih, saya justru jadi minoritas di sana. Hanya terlihat segelintir orang
domestik yang ada. Itu pun sebagian besar adalah pramuwisata lokal yang datang
mengantar turis. Agak aneh juga sih rasanya. Namun, tidak terasa aneh-aneh banget sih. Hal yang sama juga kerap
saya rasakan, saat datang ke objek-objek wisata alam di Bali. Malah pernah di
satu momen, saya jadi satu-satunya orang lokal yang datang.
