 |
| Captain Marvel |
Bulan
Maret ini, Marvel kembali merilis film superhero. Captain Marvel, begitu
judulnya. Film solo pertama yang tokoh utamanya seorang wanita. Carol Danvers,
seorang pilot pesawat tempur yang secara tak sengaja mendapatkan kekuatan
super. Untuk aksi dan kualitas olah gambar, tidak perlu lagi diragukan. Kolaborasi
antara Marvel dan Disney memang belum ada tandingannya, khusus untuk film
superhero. Cuma sayangnya Captain Marvel tidak menginggalkan kesan apa-apa
ketika selesai ditonton. Bagi saya pribadi sebagai penonton awam, film ini
hanya sebatas jembatan menuju pertarungan pamungkas - Avengers: End Game. Tidak
lebih, tidak kurang. Mereka butuh Captain Marvel untuk melawan Thanos. Nggak mungkin dong sang Kapten muncul
begitu saja, iya kan? Maka dari itu film ini dibuat.
Begitu
film dimulai, langsung menceritakan Vers, a.k.a Carol Danvers (Brie Larson)
sudah jadi anggota dari pasukan elit bangsa Kree. Masih on trainning sih, cuma dinyatakan siap untuk tugas perdananya.
Tugas itu adalah untuk menghadapi serangan bangsa Skrull, di daerah perbatasan.
Apesnya, baru juga tugas pertama eh Vers
malah tertangkap. Skrull kemudian ‘membajak’ isi kepala Vers, guna mencari sebuah
informasi rahasia. Di sinilah, muncul kilasan-kilasan ingatan masa lalu. Penonton
diajak menyelami sekelumit kisah hidup seorang Carol Danvers.