Senin, 25 Juni 2018

The Lady Escort: Kontrak Kerja Yang Berakhir Asmara


Mau bahas soal buku aahh... Buku yang kali ini berjudul ‘The Lady Escort’. Entah apa yang ada di benak anda mendengar istilah ‘lady escort’, apakah positif atau negatif? Saat ini, istilah ‘lady escort’ telah mengalami pergeseran makna. Dari hasil browsing-browsing ringan, kata ‘escort’ ini berasal dari bahasa Inggris, yang berarti pendamping. Pekerjaan ‘escort’ berawal muncul di Italia, dimana pengusaha wanita butuh pendamping (a.k.a pengawal) ketika harus melakukan transaksi bisnis di malam hari. Iya, dahulu pekerjaan ‘escort’ lebih banyak dilakukan pria.
Lady Escort
Berkembang, berkembang, berkembang, pengusaha pria ikut-ikutan menggunakan jasa ‘escort’. Bedanya, tugas ‘escort’ wanita ini adalah mendampingi klien dari si pengusaha. Itu pun hanya sebatas menemani jalan atau makan. Dan kini konsep ‘escort’ menjadi terkesan negatif, dimana digunakan untuk menggambarkan pria/wanita penghibur (a.k.a kupu-kupu malam). Entah kapan istilah ‘escort’ ini mengalami pergeseran ‘rasa bahasa’.

Sabtu, 16 Juni 2018

Simona Halep – Juara Yang Tak Kenal Menyerah


Ajang tenis dunia Perancis Terbuka 2018, atau lebih dikenal dengan nama Roland Garros, telah berakhir tanggal 10 Juni 2018. Simona Halep, petenis asal Rumania, resmi jadi juara di cabang tunggal putri. Melalui pertandingan selama dua jam lebih, Simona menang atas Sloane Stephens. Pertandingan berlangsung tiga set, dengan skor 3-6, 6-4, dan 6-1.
Simona Halep
Saya sendiri dari awal menjagokan Simona Halep. Saya akan sangat sedih, seandainya petenis 26 tahun ini gagal lagi di Final. Sudah terlalu sering dia dikecewakan oleh pertandingan bertajuk final Grand Slam. Tiga kali dia gagal di final, iya tiga kali. Itu sedihnya ibarat naksir cewek, tapi selalu ditolak tiap kali nembak. Simona pernah lolos ke Final Perancis Terbuka tahun 2014 dan 2017, serta Australia Terbuka 2018, yang semuanya berakhir kekalahan. Bahkan dua kekalahan terakhirnya, saya tonton lewat siaran langsung. Saya seperti ikut merasakan kesedihan yang dia alami. Gagal maning, gagal maning, Mon...

Sabtu, 19 Mei 2018

Deadpool 2 – Sekuel Yang Biasa Saja


Deadpool 2
Sesuai judul yang saya pilih, itulah rasa yang muncul usai nonton Deadpool 2. Biasa saja, tidak ada yang spesial (telornya dua). Mungkin karena harga telor lagi mahal? Atau mungkin karena film pertama Deadpool ninggalin kesan terlalu dalam. Padahal saya sudah bela-belain melanggar aturan, yang dibikin sendiri. Satu bulan cuma boleh nonton satu film di bioskop. Sebelumnya kan sudah nonton Infinity War tuh. Iya, sebegitu penasarannya saya pada sekuel film ini. Kalau anda punya pendapat yang beda? Silakan saja, kan kita hidup di negara demokrasi.
Mari kita mulai bedah film ini. Pertama, dari ‘joke-joke’ film perdananya yang bikin saya ngakak parah. Deadpool 2 terkesan hanya ‘mengulang’ ‘joke-joke’ tersebut, dengan minor perubahan. Misalnya saja: joke pindah dari jok belakang taxi ke depan, superhero landing, tangan ‘mini’ yang kini pindah ke kaki, dan beberapa lainnya. Kalau anda menonton film pertama, akan sangat bisa menebak adegan-adegan ini. Istilah standup comedy, “You can’t ‘kill’ audience with same bullet, twice.” Tawa butuh dipancing dengan joke yang segar. Kreatifitas yang baru dan orisinil.

Kamis, 10 Mei 2018

Aroma Karsa - Kolaborasi Duniawi dan Imajinasi


Satu lagi novel baru karya Dee Lestari di rilis. Kali ini berjudul ‘Aroma Karsa’. Sebelum bentuk fisiknya dijual secara konvesional, novel ini sempat dirilis secara digital. Dari dulu sebenarnya saya ini membeli novel ini, cuma selalu tertunda. Ah nanti saja, ah nanti saja. Begitu seterusnya, sampai akhirnya ‘Aroma Karsa’ ada di tangan saya dengan sendirinya. Hadir dalam bentuk kado hadiah ulang tahun. Mungkin ini yang dimaksud dengan ‘kalau sudah jodoh, tidak akan lari kemana’. Terima kasih kepada adik saya, Ramayoga, sehingga novel ini bisa saya miliki.
Aroma Karsa
Novel ‘Aroma Karsa’ memiliki 696 halaman. Iya, novel ini tebal sekali. 696 halaman itu sendiri, di luar halaman daftar isi, dari penulis, tentang penulis, dan halaman tambahan lainnya. Novel versinya cetak diterbitkan oleh PT. Bentang Pustaka. Sedangkan versi digitalnya dirilis melalui Bookslife. Novel yang ada di tangan saya adalah terbitan pertama, Maret 2018.

Sabtu, 05 Mei 2018

Avengers: Infinity War - Bharatayudha Ala Marvel


Infinity War
Kalau anda mengaku penggemar film-film superhero Marvel, pastinya tidak akan melewatkan Avengers: Infinity War. Sebuah film yang ‘menumpuk’ semua jagoan dalam satu frame. Tidak semuanya sih, karena saya catat ada beberapa yang absen. Sebut saja Hawkeye dan Ant-Man. Entah kenapa keduanya tidak hadir dalam perang. Mungkin karena ijin istri melahirkan, acara keluarga, sakit flu, atau ambil sisa cuti tahunan? Entahlah, kurang dijelaskan sebab pastinya. Di luar absennya dua superhero tadi, Infinity War adalah film yang keren. Beneran, sumpah.
Memberi predikat keren bukan karena saya fans Marvel. Ada pula film Marvel yang saya kurang sukai. Misalnya Guardian of Galaxy Vol. 2 dan Thor Ragnarok. Kedua film ini menurut saya terlalu childish. Lelucon-leluconnya juga terlalu receh. Untungnya kemudian rilis Black Panther. Film ini mengembalikan muruah Marvel ke jalan yang benar.
Sempat saya turunkan ekspektasi sebelum menonton. Berpikir bagaimana Marvel akan mengatur alur dengan sedemikian banyak ‘nama besar’. Penambahan durasi, itu sih sudah pasti. Mengingat kini Infinity War menjadi film Marvel dengan durasi terpanjang. Panjangnya durasi juga jadi faktor penurunan ekspektasi. Apa nanti tidak bosan duduk di bioskop selama itu? Dan pemikiran lainnya. Seperti naksir cewek cantik, tetapi nggak yakin kita ada di level yang sama. Ya sudah, turunin ekspektasi, biar nggak kecewa-kecewa amat.

Rabu, 04 April 2018

Lia Lia Lia


Aku tergila-gila gaya bicaranya
Lia Lia Lia
Apa kau memikirkan semua yang kuimpikan
Lia Lia Lia
Kau percayakan masa depan hidupmu di kedua kakimu
Takkan gentar dari semua yang menentangmu
Lia Lia Lia
.
Aku tergila-tergila jalan pikirannya
Lia Lia Lia
Apa kau memikirkan semua yang kutawarkan
Lia Lia Lia
.

Senin, 02 April 2018

Belajar Jarak Jauh Bersama Ibu Suri


Entah kenapa, tanggal 1 April yang lalu saya iseng membuka Instagram. Padahal jarang banget akun yang satu ini saya buka. Lagian buat apa coba. Punya tampang pas-pasan, kalau tidak boleh dibilang jelek. Nggak pernah nongkrong di tempat-tempat mahal. Nggak pernah gaul sama artis atau orang terkenal. Nggak punya pakaian ber-merk buat dipamerin. Pokoknya nggak memenuhi syarat buat jadi Instagram-ers deh. Eh, eh, fokus, ini mau cerita apaan sih sebenernya???
Sumber: StorialCo IG
Maaf, maaf, ayo kita kembali ke topik. Waktu buka Instagram, saya dapati akun StorialCo, yang saya ikuti, sedang melakukan ‘siaran langsung’. Istilah kerennya, Instalive. Bukan sekedar siaran langsung biasa saja loh, karena menampilkan Kelas Menulis: Creative Writing 101 with Dee Lestari. Sang Ibu Suri, kalau pinjam istilah StorialCo dan NulisBuku. Saya tahu kalau diadakan sayembara menulis khusus, untuk bisa terpilih mengikuti kelas ini. Hanya saja, saya tidak ikut karena belum siap anggaran buat keluar kota. Kan tadi di awal sudah ngaku miskin hehehe...
Awalnya saya pikir siaran langsung ini akan berlangsung singkat. Kirain admin StorialCo cuma mau pamer doang, atau mau bikin iri kita-kita yang tidak ikutan. Eh, usut punya usut, kok siaran langsungnya nggak berhenti-berhenti. Baik banget loh admin StorialCo ini, sumpah. Saya bisa bayangin, bagaimana pegelnya itu tangan pegang HP seharian. Nggak goyang-goyang loh, stabil sampai akhir. Keren deh pokoknya! Maka pada kesempatan ini, saya sebagai salah satu penikmat ‘siaran langsung’ hari itu, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat semua admin StorialCo. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih...