Minggu, 05 Juni 2016

Spanyol Lagi... Spanyol Lagi...


Garbine Muguruza

Lagu kebangsaan Spanyol kembali berkumandang. Kali ini di ajang Final tunggal putri Grand Slam Prancis Terbuka, alias Roland Garros 2016. Petenis putri asal Spanyol, Garbine Muguruza, keluar sebagai pemenang. Petenis cantik ini mengalahkan Serena William dalam dua set, dengan skor 7-5, 6-4. Spanyol kembali menunjukkan kedigdayaannya di dunia olah raga.
Awalnya saya tidak tahu kalau Muguruza berasal Spanyol. Saya hanya penikmat kecantikan para petenis putri di ajang Roland Garros, dimana Muguruza salah satunya. Jujur saya semula tidak begitu mengenal siapa petenis cantik ini. Ya mungkin karena dia sedikit tertutupi oleh ketenaran petenis putri lainnya, seperti Maria Sharapova, Agnieszka Radwanska, Ana Ivanovic, ataupun Caroline Wozniacki. Paling tidak itu di mata saya, sebagai penikmat tenis awam. Pertandingan Muguruza di babak-babak awal memang pernah saya tonton, namun secara sekilas saja. Saat dia memenangi final, barulah saya tertarik mengenal sosoknya.

Rabu, 06 April 2016

Supernova: Ledakan Besar Pada Galaksi Pernovelan


“Sebuah akhir akan melahirkan sebuah awal. Kata “Tamat” akan menggiring kita ke “Pendahuluan” yang baru. Sampai bertemu di kisah berikutnya.” – Dee Lestari

Inteligensi Embun Pagi

Qoute diatas sengaja saya kutip, karena itulah yang mewakili perasaan saya. Perasaan saat sampai di lembar teraktir Novel Supernova: Inteligensi Embun Pagi (IEP), karya Dee Lestari. Lembar terakhir - yang katanya - seri terakhir dari serial Novel Supernova. Hanya satu yang muncul di benak saya selesai menbaca. Supernova seharusnya belum berakhir. Kata TAMAT tidak cocok disematkan diakhir keping Inteligensi Embun Pagi. Keping 99, tepatnya. Terlalu banyak hal yang belum terjawab. Terlalu banyak pertanyaan yang justru muncul. Terlalu banyak.
Awal saya tenggelam dalam tarikan arus Supernova, karena sebuah ‘kecelakaan’. Jujur saya katakan. Novel seri pertama Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (BPBJ), ada ditangan saya karena dipaksa. Saat itu saya masih duduk di bangku kuliah. Salah seorang teman wanita menyodorkan novel itu pada saya. Dengan hanya berbekal sebuah pesan: “Baca nih, cocok buat karakter kamu.” Padahal dia tahu saya bukanlah tipe pembaca novel. Menurut penilaian saya saat itu novel identik dengan drama, kisah cinta yang melankolis. Dimana semua itu saya nilai sangat membosankan, dan jauh dari realitas kehidupan. Saya sempat menolaknya, namun teman saya itu tetap memaksa. Jadilah KPBJ teronggok di kamar saya dua minggu lamanya. Tidak tersentuh, tidak dianggap ada.

Selasa, 15 Maret 2016

Romansa Kedai Kopi


Ini adalah sebuah cerita bertema cinta dan mengambil latar kedai kopi. Sudah tergambar begitu jelas dari judulnya. Tulisan ini adalah murni tentang romansa. Tidak ada misteri tersembunyi di dalamnya. Mungkin pernah terjadi, sebuah kisah cinta di kedai kopi yang berakhir tragedi. Namun tidaklah dengan ceritaku yang satu ini.
*****
“Masih layar kosong juga?”
Tepukan pada bahu mengagetkanku. Rupanya itu Bli Gde, membawakan gelas kopi keduaku. Kualihkan pandangan dari layar laptop.
“Iya, begitulah.” Kuhela nafas panjang.
“Kubilang juga apa. Kamu haruslah merasakan cinta, untuk bisa menulis sebuah cerita cinta.”
Entah berapa kali sudah Bli Gde mengucapkan kalimat itu. Awalnya kuanggap sekedar angin lalu. Sekedar ledekan untuk kemampuan menulisku. Namun, beberapa hari ini kurasakan kalau kalimat itu mulai masuk akal. Hampir dua minggu sudah layar laptopku kosong. Tidak ada satupun kalimat tertulis disana. Sedangkan deadline penumpulan tulisan sudah semakin dekat.  
“Apa Bli nggak ada kesibukan lain, selain gangguin aku?”
Kucoba mengalihkan pembicaraan. Tema cinta tidaklah begitu menarik untuk kubahas. Terutama dalam mood hati seperti saat ini.
Bli Gde nyengir kuda. “Kenapa aku musti sibuk? Kan disini aku bosnya.”

Sabtu, 05 Maret 2016

Deadpool: Konyol Tapi Nggak Ngebanyol


"I am maybe super, but I am no hero."

Deadpool

Dia ini pahlawan super paling konyol sedunia, demikian pikir saya selama di bioskop. Saya tidak punya ekspetasi apa-apa saat akan menonton film ini. Beberapa resensi memang sempat saya baca, dan hampir semuanya menilai Deadpool itu konyol. Namun sumpah, saya tidak pernah menyangka akan sekonyol ini. Ini sih super duper konyol namanya, pikir saya.
Saya memang menyukai film-film super hero. Bahkan sejak saya kecil. Konsep ‘menyelamatkan dunia’ benar-benar menarik perhatian saya. Pahlawan super, dalam benak saya pastilah memiliki sifat-sifat yang patut digugu dan ditiru. Hanya saja, Deadpool benar-benar memutar-balikkan konsep tersebut. Tidak ada satu pun sifat dari Deadpool yang dapat dijadikan panutan. Deadpool juga jauh sekali dari konsep ‘menyelamatkan dunia’. Benar-benar jauh, jauh sekali. Tujuannya hanya satu. Membalas mereka yang telah merusak wajah, dan juga tubuhnya. Iya, memang sesederhana itu. Hei, tapi bukankah Deadpool mengakui sendiri hal itu. Dia mengakui kalau dia memang super, tapi dia bukanlah seorang pahlawan.

Sabtu, 23 Januari 2016

Cegah Korupsi Dengan Teknologi


Korupsi. Bagi rakyat Indonesia, kata itu bukanlah sesuatu yang asing. Malah mungkin sudah didengar terlalu sering. Pejabat negara, penegak hukum, politisi, masuk bui jadi pemandangan biasa di televisi. Sebagian besar dari mereka ada dibalik jeruji, karena terjerat kata korupsi ini. Lalu apakah sebenarnya makna dari korupsi?
Secara yuridis, makna korupsi dalam dilihat di undang-undang. Di Indonesia korupsi diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, pada Bab II Pasal 2. Makna korupsi menurut pasal ini adalah: “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.” Jadi menurut undang-undang ini, korupsi terdiri dari tiga unsur. Pertama, perbuatan itu melawan hukum. Kedua, perbuatan itu memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi. Ketiga, perbuatan itu merugikan keuangan atau perekonomian negara.
Itu secara yuridis, lalu bagaimana makna korupsi secara gramatikal. Korupsi atau rasuah berasal dari bahasa latin, Corruptio. Kata Corruptio sendiri berasal dari kata kerja Corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutar-balik, menyogok. Maka tidaklah heran, kalau sogok-menyogok sangat identik dengan kata korupsi ini.

Jumat, 22 Januari 2016

PTNNT, Antara Tambang dan Pengelolaan Lingkungan Hidup




Berbicara tentang Tambang dan Pengelolaan Lingkungan di Indonesia, maka dasar hukumnya adalah UU No. 4 Tahun 2009 dan UU No. 32 Tahun 2009. Segala kegiatan pertambangan di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, wajib tunduk pada kedua peraturan perundang-undangan tersebut. Termasuk PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), tentunya.
Dalam website PTNNT[1] disebutkan kegiatan utama PTNNT adalah melakukan penambangan di Batu Hijau. Dimana Tambang Batu Hijau yang dimaksud merupakan tambang tembaga dengan mineral ikutan emas dan terletak di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Hal ini sesuai dengan definisi Pertambangan sesuai peraturan perundang-undangan Indonesia.
Dikarenakan PTNNT melakukan kegiatan pertambangan di wilayah Indonesia, maka PTNNT terikat kewajiban untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup. Adapun pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri terdiri atas tiga kegiatan, yaitu: 1) Pencegahan; 2) Penanggulangan; 3) Pemulihan. Sudahkah PTNNT melakukan hal-hal tersebut? Dalam websitenya, PTNNT mengklaim sudah melakukan ketiganya dengan baik. PTNNT mengklaim telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001.
Apakah klaim tersebut benar adanya? Tunggu tulisan saya berikutnya, lengkap dengan data dan fakta, hasil observasi serta wawancara langsung dari lapangan. Itu pun tentunya apabila saya dinyatakan lolos mengikuti kegiatan Sustainable Mining Bootcamp V, bekerja sama dengan Metro TV.
.


[1] https://www.ptnnt.co.id/

Minggu, 03 Januari 2016

Rouge Nation: Sebuah Misi Terakhir?


“This may will be our last mission, Ethan. Make it count”.

Isla Faust

Itu adalah sebuah dialog dalam film Mission Impossible, seri kelima. Dialog itu diucapkan William Brandt (Jeremy Renner) kepada Ethan Hunt (Tom Cruise). Kalimat ini sedikit menggelitik saya. Mengingat adanya gosip kalau seri kelima ini, adalah seri terakhir dari Mission Impossible. Atau paling tidak, katanya ini adalah seri terakhir untuk seorang Tom Cruise.
Entah benar atau tidaknya gosip tersebut, Mission Impossible seri kelima ini punya nuansa baru. Paling tidak menurut saya pribadi sih. Yang paling mencuri perhatian saya adalah tokoh wanita dalam film ini. Selain cantik, ada yang unik dari tokoh wanita ini. Serius Bro? Selama dua jam lebih durasi, elu cuma melototin si tokoh ceweknya? Ya nggaklah, tapi kalau pun iya kan wajar. Artinya gue cowok normal. Oke, oke, skip! Kita sudahi pertengkaran batin ini.
Nama tokoh wanita itu adalah Isla Faust, diperankan oleh Rebecca Ferguson. Lalu kenapa saya menyebutnya unik? Karena pada seri kelima ini, sang tokoh wanita tidak lagi semata sebagai pemanis. Atapun, sebatas sebagai pelengkap. Malahan kalau boleh dibilang, sang tokoh wanita justru menjadi pusat cerita. Disamping keberadaan Ethan Hunt sebagai tokoh utama, tentunya.